Karteker DPD KNPI Bursel: Sadali Ie, Figur Birokrat dengan Pengalaman Pemerintahan dan Organisasi

3

Ambon, Zonamaluku – Karteker DPD KNPI Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Hamja Loilatu, menyoroti perjalanan karier dan pengabdian Sadali Ie yang kini dipercaya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku.

Saat ini, Sadali Ie dipercaya sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Maluku. Posisi tersebut menempatkannya sebagai salah satu figur penting dalam menggerakkan roda pemerintahan daerah, terutama dalam koordinasi antara organisasi perangkat daerah dan pelaksanaan kebijakan Pemerintah Provinsi Maluku.

Perjalanan menuju posisi tersebut tidak berlangsung singkat. Sadali sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku dan kemudian dipercaya menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekda sebelum akhirnya dilantik sebagai Sekda definitif pada Desember 2022.

Kariernya kemudian memasuki fase penting pada 2024 ketika Sadali dipercaya menjadi Penjabat (Pj) Gubernur Maluku. Ia dilantik Menteri Dalam Negeri pada April 2024 untuk menjalankan roda pemerintahan Maluku dalam masa transisi.

Menjadi Pj Gubernur tentu memberikan pengalaman berbeda. Seorang Sekda berada pada pusat koordinasi birokrasi, sementara seorang gubernur memiliki tanggung jawab yang lebih luas dalam memastikan seluruh aspek pemerintahan daerah berjalan.

Setelah menyelesaikan tugas sebagai Pj Gubernur, Sadali kembali menjalankan tugas sebagai Sekda. Pengalaman tersebut dapat menjadi modal penting karena ia pernah melihat pemerintahan dari dua sisi, yakni sebagai pengendali administrasi birokrasi dan sebagai pemimpin pemerintahan provinsi.

Namun, perjalanan Sadali Ie tidak hanya berada di dalam struktur pemerintahan.

Ia juga dikenal memiliki keterlibatan dalam organisasi kemasyarakatan. Sadali Ie merupakan salah satu pimpinan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Maluku.

Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa ruang pengabdiannya tidak hanya berada di kantor pemerintahan, tetapi juga bersentuhan dengan kehidupan organisasi dan masyarakat.

Menurut Hamja Loilatu, pengalaman Sadali Ie di pemerintahan maupun organisasi menjadi bagian penting dari perjalanan pengabdiannya di Maluku. Pengalaman tersebut dinilai dapat menjadi modal dalam memahami dinamika birokrasi sekaligus kebutuhan masyarakat.

“Perjalanan beliau menunjukkan bahwa pengabdian tidak hanya dibangun melalui jabatan, tetapi juga melalui pengalaman, tanggung jawab dan keterlibatan dalam kehidupan masyarakat,” ujar Hamja Loilatu.

Ia menilai, posisi Sekda memiliki peran strategis dalam memastikan kebijakan pemerintah daerah dapat diterjemahkan secara efektif ke dalam kerja birokrasi dan pelayanan publik.

Karena itu, pengalaman Sadali Ie sebagai mantan Pj Gubernur Maluku dinilai memberikan perspektif tambahan dalam menjalankan tugasnya sebagai Sekda, khususnya dalam menjaga koordinasi pemerintahan dan kesinambungan kebijakan daerah.

Hamja berharap pengalaman tersebut dapat terus menjadi kekuatan dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang efektif, responsif dan berpihak pada kepentingan masyarakat Maluku.

“Yang terpenting adalah bagaimana seluruh pengalaman tersebut dapat diterjemahkan menjadi kerja nyata untuk kepentingan masyarakat dan kemajuan Maluku,” pungkasnya.(ZM)