-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
Zona Maluku 2026
Ambon, ZonaMaluku – Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Alhidayat Wajo, mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar tidak hanya melihat Proyek Strategis Nasional Blok Masela dari sisi besarnya investasi yang masuk ke daerah.
Menurut Alhidayat, manfaat ekonomi dari proyek migas raksasa yang berlokasi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar tersebut harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat Maluku melalui berbagai peluang yang tersedia.
Pernyataan itu disampaikan Alhidayat kepada wartawan di Ambon, Kamis (25/6/2026), saat menanggapi perkembangan pengelolaan Participating Interest (PI) 10 persen yang akan dikelola oleh PT Maluku Energi Abadi (MEA).
Ia menjelaskan, PI 10 persen merupakan hak partisipasi daerah yang harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mendorong pembangunan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“PI bukan sekadar simbol keterlibatan daerah dalam proyek Blok Masela. Yang terpenting adalah bagaimana manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui pengelolaan yang transparan, profesional, dan akuntabel,” ujar Alhidayat.
Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan, keberhasilan pengelolaan PI tidak hanya diukur dari besarnya pendapatan yang diperoleh daerah, tetapi juga dari dampaknya terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Selain PI, Alhidayat menilai peluang ekonomi yang lebih besar justru tersedia melalui keterlibatan pelaku usaha lokal dan tenaga kerja daerah dalam berbagai sektor penunjang industri migas.
Ia menyebutkan, terdapat peluang sekitar 26,6 persen melalui skema Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan pengusaha lokal Maluku.
Peluang tersebut meliputi sektor logistik, transportasi, konstruksi, penyediaan barang dan jasa, hingga berbagai layanan pendukung operasional industri migas.
“Jangan sampai peluang yang begitu besar justru dinikmati pihak luar karena kita belum siap. Masyarakat Maluku harus menjadi pelaku utama dalam aktivitas ekonomi yang lahir dari proyek ini,” tegasnya.
Untuk itu, Alhidayat mendorong pemerintah daerah segera memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan, sertifikasi kompetensi, serta pengembangan kemampuan pelaku usaha lokal agar mampu memenuhi standar industri migas.
Menurutnya, kesiapan SDM dan dunia usaha menjadi faktor penentu agar masyarakat Maluku dapat mengambil bagian dalam rantai ekonomi Blok Masela.
Ia juga mengajak perguruan tinggi, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun pemahaman publik mengenai peluang dan tantangan yang akan dihadirkan proyek tersebut.
“Blok Masela merupakan kesempatan besar bagi Maluku untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, semua pihak harus bergerak bersama memastikan manfaatnya kembali kepada masyarakat dan tidak hanya menjadi angka investasi semata,” pungkas Alhidayat.(ZM)