Ketua Permala Jakarta Desak ATR/BPN RI Tolak Perpanjangan HGU PT PAL Mesuji Lampung

8

 

Jakarta, Zonamaluku – Persatuan Mahasiswa Lampung Jakarta akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kementerian ATR/BPN RI dan KPK RI pada Senin (4/5). Aksi ini membawa tuntutan tegas terkait persoalan agraria dan HGU PT PAL di Kabupaten Mesuji, Lampung.

Dalam hal ini kami menyuarakan penolakan terhadap rencana perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) milik PT PAL Mesuji. Mereka menilai kebijakan tersebut berpotensi memperpanjang konflik agraria yang selama ini merugikan masyarakat setempat.

Ketua Persatuan Mahasiswa Lampung Jakarta Ahmad Sopian menyampaikan bahwa perjuangan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa daerah yang ada di perantau terhadap daerahnya yaitu keadilan rakyat. Tanah seharusnya menjadi milik dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat, bukan justru dikuasai korporasi yang diduga bermasalah,” ujarnya.

Selain menolak perpanjangan HGU, kami juga mendesak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Mesuji untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh atas dugaan keterlibatan dalam persoalan tersebut. Kami menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan lahan.
Adapun tuntutan utama yang disampaikan dalam aksi besok adalah :

1. Menolak keras perpanjangan HGU PT PAL Mesuji lampung.
2. Mendesak Menteri ATR/BPN Bpk Nusron Wahid Segera mengambil langkah tegas cabut izin HGU PT PAL karen merugikan masyarkat lokal dan sesuai dengan intruksi bapak Presiden Prabowo pemerintah harus berpihak terhadap rakyat.
3. ⁠Meminta Menteri ATR/BPN Nusron Wahid segera periksa dan copot kepala BPN Mesuji atas dugaan keterlibatan sengketa tanah yang saat ini diduduki PT PAL mesuji lampung.
4. Meminta bapak presiden Prabowo segera Mengusut tuntas praktik mafia tanah di Kabupaten Mesuji Lampung dan Menghentikan perampasan tanah dan mengembalikan hak masyarakat.

“Agraria Bukan untuk Korporasi” dan “Tanah untuk Rakyat”.

Kami berharap pemerintah pusat, khususnya Kementerian ATR/BPN dan KPK, segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan konflik agraria secara adil dan berpihak kepada rakyat. Tutup Ahmad Sopian(ZM)