-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
Zona Maluku 2026
Ambon, Zonamaluku – Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran pengusaha muda sebagai motor penggerak ekonomi daerah melalui pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) BPD HIPMI Maluku yang digelar di Ambon, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua Umum BPP HIPMI yang diwakili Wasekjen Bidang III sekaligus Ketua Satgas Energi BPP HIPMI, Jay Singgih. Pembukaan ditandai dengan prosesi pemukulan tifa bersama Ketua Umum BPD HIPMI Maluku, Muhammad Reza Mony, Sekretaris Umum Gemelita Pattiradjawane, Bendahara Umum Didit Ibrahim Serang, serta Ketua Panitia Muhammad Fahrul Kaisuku.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut mantan Ketua Umum BPD HIPMI Maluku periode 2006-2009 Arifin Rumra, jajaran pengurus BPD HIPMI Maluku, para Ketua Umum BPC HIPMI kabupaten/kota se-Maluku, pengurus dan kader HIPMI, hingga mitra organisasi dari sektor perbankan seperti Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dalam sambutannya, Ketua Umum BPD HIPMI Maluku, Muhammad Reza Mony, menegaskan bahwa Rakerda bukan sekadar agenda formal organisasi, melainkan ruang konsolidasi gagasan dan penyatuan arah perjuangan organisasi dalam menjawab tantangan pembangunan ekonomi daerah.
Menurutnya, di tengah dinamika ekonomi global dan percepatan transformasi digital, HIPMI dituntut untuk tampil lebih progresif, adaptif, dan solutif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“HIPMI tidak boleh hanya menjadi organisasi pengusaha muda biasa. HIPMI harus hadir sebagai motor penggerak ekonomi daerah yang mampu menjawab tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat,” kata Reza.
Ia menekankan bahwa program kerja HIPMI ke depan harus benar-benar menyentuh kebutuhan anggota, memperkuat kapasitas pengusaha muda, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi Maluku.
Reza juga menyoroti besarnya potensi sumber daya yang dimiliki Maluku, mulai dari sektor kelautan dan perikanan, rempah-rempah, pariwisata, hingga energi dan sumber daya alam lainnya. Namun di sisi lain, Maluku masih menghadapi berbagai tantangan seperti persoalan konektivitas antarwilayah, distribusi logistik, keterbatasan akses pembiayaan, serta ketimpangan pembangunan di wilayah kepulauan.
Karena itu, ia menegaskan pengusaha muda Maluku tidak boleh hanya menjadi penonton di daerah sendiri.
“Pengusaha muda Maluku harus tampil sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi daerah. HIPMI harus hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai tantangan pembangunan,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, HIPMI Maluku juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, dunia perbankan, investor, serta seluruh pemangku kepentingan pembangunan.
Menurut Reza, kolaborasi menjadi kunci utama dalam mendorong kemajuan ekonomi daerah, khususnya dalam pengembangan sektor-sektor strategis seperti energi, pangan, dan hilirisasi sumber daya daerah.
Kehadiran BPP HIPMI melalui Wasekjen Bidang III sekaligus Ketua Satgas Energi BPP HIPMI disebut menjadi bentuk perhatian serius organisasi pusat terhadap pengembangan potensi ekonomi dan pengusaha muda di Maluku.
“Kita ingin membuktikan bahwa dari Maluku akan lahir pengusaha-pengusaha muda yang kuat, mandiri, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Rakerda BPD HIPMI Maluku, Muhammad Fahrul Kaisuku, menjelaskan bahwa pelaksanaan Rakerda merupakan bagian dari amanat organisasi sebagaimana diatur dalam AD/ART dan Pedoman Organisasi HIPMI.
Menurut Fahrul, Rakerda menjadi forum strategis untuk melakukan evaluasi program kerja, merumuskan kebijakan organisasi, serta menetapkan arah dan prioritas program kerja BPD HIPMI Maluku selama masa kepengurusan 2025–2028.
“RAKERDA menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan sinergi antar pengurus dan anggota, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan ekonomi di Provinsi Maluku,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan tersebut berdasarkan hasil keputusan Rapat Badan Pengurus Lengkap BPD HIPMI Maluku tertanggal 7 Februari 2026 yang kemudian dituangkan dalam Surat Keputusan Kepanitiaan Nomor: 012/A-1/SEK/BPD-II/2026 tertanggal 24 Februari 2026.
Rakerda BPD HIPMI Maluku Tahun 2026 mengusung tema “Sinergi HIPMI Maluku: Kolaborasi Memperkuat Organisasi, Menggerakan Kemandirian Ekonomi Daerah, dan Menciptakan Peluang Usaha Berkelanjutan.”
Fahrul menuturkan, kegiatan tersebut bertujuan membahas dan merancang program kerja BPD HIPMI Maluku masa bakti 2025–2028, menyusun prioritas pelaksanaan program kerja organisasi, menunjang pelaksanaan Program Umum Keputusan MUSDA HIPMI Maluku, serta menetapkan arah kebijakan organisasi ke depan.
Peserta kegiatan terdiri dari unsur pengurus BPD HIPMI Maluku, BPC HIPMI kabupaten/kota se-Maluku, anggota HIPMI, unsur pemerintah daerah, mitra organisasi, hingga tamu undangan lainnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut sehingga Rakerda BPD HIPMI Maluku Tahun 2026 dapat terlaksana dengan baik.
“Kami berharap melalui RAKERDA ini dapat lahir gagasan, inovasi, serta program kerja yang mampu memperkuat organisasi dan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi daerah serta kemajuan pengusaha muda di Provinsi Maluku,” pungkas Fahrul.(ZM)