Wasekjen BPP HIPMI Tekankan Penguatan Daya Saing Pengusaha Muda Maluku di Tengah Tantangan Global

10

Ambon, Zonamaluku – Wasekjen Bidang III BPP HIPMI sekaligus Ketua Satgas Energi BPP HIPMI, Jay Singgih, mendorong pengusaha muda di Maluku untuk memperkuat daya saing usaha serta membangun tata kelola bisnis yang profesional di tengah tantangan ekonomi global dan dinamika geopolitik dunia.

Pesan tersebut disampaikan Jay Singgih saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) BPD HIPMI Maluku di Ambon, Selasa (12/5/2026), mewakili Ketua Umum BPP HIPMI.

Dalam sambutannya, Jay menegaskan bahwa HIPMI sejak awal didirikan sebagai wadah strategis untuk mencetak pengusaha muda tangguh yang memiliki karakter kepemimpinan, nasionalisme, serta kemampuan bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“HIPMI merupakan kawah candradimuka tempat pengusaha muda dan calon pemimpin bangsa ditempa untuk menjadi pengusaha yang tangguh, berkarakter, dan mampu menjadi tulang punggung ekonomi nasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, HIPMI yang berdiri sejak 1972 lahir dari semangat membangun wadah pengusaha muda Indonesia agar mampu menghadapi persaingan ekonomi, termasuk di kawasan ASEAN dan global.

Menurut Jay, penguatan kaderisasi menjadi bagian penting dalam proses mencetak pengusaha muda yang tidak hanya sukses secara bisnis, tetapi juga memahami arah kebijakan nasional dan tantangan global.

Karena itu, BPP HIPMI terus memperkuat program pendidikan dan pelatihan kader, termasuk melalui Diklatnas HIPMI yang kini bermitra dengan BUMN dan telah diperpanjang untuk lima tahun ke depan.

Dalam program tersebut, para peserta akan mendapatkan pembekalan terkait geopolitik, geostrategi, kepemimpinan, hingga arah kebijakan ekonomi nasional.

“Tujuannya agar para kader HIPMI menjadi pengusaha yang holistik, komprehensif, dan mampu menyesuaikan diri dengan kebijakan pemerintah serta perkembangan global,” katanya.

Jay juga menekankan pentingnya penguatan basis data usaha dan pengembangan forum kolaborasi antara pengusaha muda dengan para pakar, investor, maupun pemangku kepentingan lainnya.

Menurutnya, tantangan utama dunia usaha saat ini bukan hanya soal akses permodalan, tetapi juga kemampuan manajerial dan tata kelola bisnis yang baik.

Ia menilai masih banyak pelaku usaha yang belum mampu memenuhi standar administrasi dan pembukuan untuk mengakses pembiayaan perbankan maupun program pemerintah.

“Pengusaha muda harus memiliki manajemen usaha yang tertib, pembukuan yang baik, dan kesiapan administrasi agar mampu mengakses pembiayaan dan mengembangkan usahanya,” ujarnya.

Jay turut menyoroti perlunya penguatan sektor UMKM agar lebih kompetitif, terutama jika dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Meski demikian, ia mengapresiasi berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai telah memberikan kemudahan bagi pelaku usaha, termasuk melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kemudahan berusaha lainnya.

Dalam kesempatan itu, Jay juga memberikan apresiasi terhadap soliditas BPD HIPMI Maluku dalam menjalankan kaderisasi dan program organisasi.

Ia menilai pelaksanaan Rakerda HIPMI Maluku menunjukkan keseriusan organisasi dalam membangun konsolidasi internal dan pengembangan kapasitas kader.

“BPD HIPMI Maluku saya lihat sangat solid dan serius dalam menjalankan kaderisasi maupun program organisasi. Ini modal penting untuk melahirkan pengusaha muda yang kuat dan berdaya saing,” katanya.

Di tengah situasi ekonomi global dan tantangan geopolitik dunia saat ini, Jay mengingatkan para pengusaha muda agar tetap menjalankan usaha secara hati-hati dan terukur.

“Kita harus menjadi pengusaha yang prudent. Jangan terlalu agresif, tetapi juga jangan stagnan. Pengusaha harus tetap bertumbuh dengan perhitungan yang matang,” tandasnya.(ZM)