-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
Zona Maluku 2026

Ambon, Zona Maluku – Fungsionaris DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Maluku sekaligus mantan Ketua Umum IMM Kota Ambon, Hamja Loilatu, menegaskan bahwa seluruh program pembangunan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dilaksanakan melalui mekanisme perencanaan daerah, bukan berdasarkan kepentingan pribadi maupun nepotisme.
Hamja mengatakan, pembangunan dan pelayanan publik, termasuk pemeliharaan infrastruktur di Kota Ambon, khususnya jalan dan penyediaan air bersih, harus dilaksanakan berdasarkan kebutuhan masyarakat serta skala prioritas melalui mekanisme perencanaan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Menurutnya, kebijakan pembangunan tidak semestinya dikaitkan dengan kepentingan pribadi, praktik nepotisme, maupun latar belakang identitas masyarakat.
“Pemerintah Kota Ambon memastikan pembangunan dan pelayanan publik, termasuk pemeliharaan infrastruktur di Kota Ambon, khususnya jalan dan penyediaan air bersih, dilaksanakan berdasarkan kebutuhan serta skala prioritas melalui mekanisme perencanaan daerah. Kebijakan tersebut tidak didasarkan pada kepentingan pribadi, nepotisme, maupun latar belakang identitas masyarakat,” kata Hamja.
Ia mengajak seluruh masyarakat Kota Ambon untuk bersama-sama menjaga keamanan, kenyamanan, serta keberlangsungan pembangunan di Kota Ambon.
“Mari katong sama-sama jaga Ambon ini dengan baik, aman dan nyaman sesuai dengan tagline Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon, yakni Beta Par Ambon, Ambon Par Samua,” ujarnya.
Hamja menilai visi Pemerintah Kota Ambon untuk mewujudkan Ambon Manise yang inklusif, toleran, dan berkelanjutan merupakan arah pembangunan yang harus didukung secara bersama-sama oleh seluruh elemen masyarakat.
“Visi yang diletakkan oleh Pemerintah Kota Ambon itu jelas, bahwa Ambon Manise, inklusif, toleran, dan berkelanjutan,” katanya.
Lebih lanjut, Hamja mengingatkan agar masyarakat tidak membangun narasi yang dapat mengelompokkan warga Kota Ambon berdasarkan identitas, suku, agama, maupun latar belakang lainnya.
Menurutnya, perbedaan identitas merupakan bagian dari realitas sosial masyarakat Kota Ambon yang harus dirawat dalam semangat persatuan dan kebersamaan.
“Untuk itu mari kita sama-sama jaga Kota Ambon ini dengan baik. Tidak ada untungnya untuk membangun narasi yang mengelompokkan kelompok masyarakat Kota Ambon berdasarkan identitas, suku, agama dan lain-lain,” tegasnya.
Ia menambahkan, seluruh elemen masyarakat seharusnya bersama-sama mendukung pemerintah kota dalam menjalankan program pembangunan demi mewujudkan cita-cita bersama.
“Harusnya mari katong manggorebe majo untuk dukung Pemkot Ambon membangun kota ini sesuai harapan dan cita-cita kita bersama,” pungkas Hamja.(ZM)




