IMM, Kesbangpol dan Polresta Ambon Goes to School, Tanamkan Nilai Kebangsaan Menuju Indonesia Emas 2045

43

Ambon, ZonaMaluku –  Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Ambon berkolaborasi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Ambon serta Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease menggelar kegiatan Goes to School di SMK Negeri 2 Ambon, Rabu (21/10/2026). 

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIT hingga selesai dengan mengusung tema “IMM, Kesbangpol dan Polresta Ambon Goes to School”, dengan subtema “Meneguhkan Ideologi, Merawat Kebinekaan, Membangun Generasi Emas Indonesia 2045.”

Program tersebut menjadi ruang edukasi bagi pelajar untuk memperkuat wawasan kebangsaan, menanamkan nilai toleransi, serta meningkatkan kesadaran terhadap berbagai persoalan sosial yang rentan memengaruhi kehidupan remaja, seperti penyebaran hoaks, tawuran pelajar, konsumsi minuman keras, dan balapan liar.

Kepala SMK Negeri 2 Ambon, Salim Nurdin, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan, menyambut positif kolaborasi antara organisasi kemahasiswaan, pemerintah daerah, dan kepolisian dalam mendukung pendidikan karakter di lingkungan sekolah.

Ia menekankan pentingnya menjadikan sekolah sebagai ruang pembentukan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap kehidupan sosial. Melalui kegiatan tersebut, para pelajar diharapkan mampu menyerap materi yang disampaikan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Umum PC IMM Kota Ambon, Ali Usemahu, turut menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga persatuan dan membangun kehidupan masyarakat yang damai. Menurutnya, penguatan ideologi kebangsaan perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi, dialog, dan kerja sama antarlembaga.

Ia berharap kegiatan Goes to School tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran pelajar agar lebih kritis dalam bermedia sosial, menghargai perbedaan, dan bertanggung jawab dalam menentukan masa depan.

Polresta Ambon Soroti Empat Kerawanan Remaja

Materi pertama bertema Lentera Damai disampaikan oleh Kasat Binmas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, AKP Djafar Lessy, SE yang hadir mewakili Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol. Andrias Susanto Nugroho, S.I.K., M.Si.

Dalam pemaparannya, Djafar Lessy menyoroti empat persoalan yang menjadi perhatian dalam upaya pencegahan kenakalan remaja, yakni penyebaran hoaks melalui media sosial, tawuran pelajar, konsumsi minuman keras, dan balapan liar.

Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan perhatian bersama karena dapat berdampak terhadap keselamatan, masa depan, serta hubungan sosial di kalangan remaja.

Karena itu, pelajar diingatkan untuk mampu mengendalikan diri, mempertimbangkan konsekuensi dari setiap tindakan, dan tidak mudah terpengaruh lingkungan yang mendorong perilaku negatif.

Pengendalian diri, kedisiplinan, dan kemampuan memimpin diri sendiri menjadi langkah awal dalam mencegah tindakan yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Ia juga mengingatkan pentingnya memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya, terutama di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial.

Kesbangpol: Pancasila dan Kearifan Lokal sebagai Perekat Persatuan

Kepala Kesbangpol Kota Ambon, Oldrin Parinusa, S.E., menyampaikan materi mengenai ideologi dan wawasan kebangsaan. Pembahasan meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.

Keempat pilar kebangsaan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman generasi muda mengenai dasar negara, konstitusi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.

Selain itu, ia menekankan pentingnya merawat identitas kebangsaan melalui nilai-nilai kearifan lokal Maluku, seperti pela gandong, semangat hidup orang basudara, musyawarah, dan gotong royong.

Nilai-nilai tersebut dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan sosial masyarakat Maluku yang hidup dalam keberagaman. Generasi muda diharapkan mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun persaudaraan, bukan sebagai sumber pertentangan.

Dalam konteks menyongsong Indonesia Emas 2045, Oldrin juga menyoroti pentingnya kesiapan generasi muda melalui kemauan belajar, pengembangan kompetensi, dan keberanian menetapkan cita-cita.

Menurutnya, masa depan bangsa membutuhkan generasi yang memiliki tujuan hidup, kualitas diri, serta kesadaran untuk memberikan kontribusi positif bagi keluarga, masyarakat, dan negara.

Sesi Dialog, Pelajar Angkat Persoalan Hoaks hingga Minuman Keras

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang melibatkan para peserta. Sejumlah pelajar mengajukan pertanyaan mengenai dampak penyebaran hoaks di media sosial, cara mengatasi kenakalan remaja, serta langkah pencegahan konsumsi minuman keras di kalangan pelajar.

Menanggapi persoalan hoaks, kedua narasumber mengingatkan agar pelajar tidak terburu-buru mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya. Setiap persoalan perlu ditelusuri akar masalahnya sehingga tindakan yang diambil tidak didasarkan pada kabar yang keliru atau informasi yang menyesatkan.

Sementara itu, mengenai kenakalan remaja, para narasumber menilai kegiatan edukasi dan dialog di lingkungan sekolah dapat menjadi salah satu sarana pencegahan. Melalui forum seperti ini, pelajar memperoleh pemahaman mengenai risiko perilaku menyimpang sekaligus didorong untuk membangun kesadaran dan kedisiplinan dari diri sendiri.

Terkait konsumsi minuman keras, peserta diingatkan untuk melatih pengendalian diri dan berani menolak pengaruh negatif yang dapat mengganggu pendidikan, kesehatan, serta masa depan mereka.

Diskusi tersebut memperlihatkan bahwa persoalan remaja tidak cukup diatasi melalui imbauan semata, tetapi juga membutuhkan pendidikan berkelanjutan, keterlibatan keluarga, dukungan sekolah, dan sinergi berbagai pihak.

Sinergi Lintas Lembaga untuk Generasi Emas 2045

Kolaborasi PC IMM Kota Ambon, Kesbangpol Kota Ambon, Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, serta SMK Negeri 2 Ambon menjadi upaya memperkuat pendidikan kebangsaan dan pembentukan karakter generasi muda.

Melalui kegiatan Goes to School, pelajar didorong agar tidak hanya memahami nilai-nilai kebangsaan secara teoritis, tetapi juga menerapkannya melalui sikap toleran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Bagi IMM, keterlibatan dalam ruang pendidikan merupakan bagian dari kontribusi mahasiswa untuk membangun kesadaran kritis generasi muda. Sementara itu, dukungan pemerintah, kepolisian, dan sekolah menjadi unsur penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, serta berorientasi pada pengembangan potensi pelajar.

Meneguhkan ideologi, merawat kebinekaan, dan membangun kompetensi generasi muda bukan sekadar slogan kegiatan. Ketiganya merupakan fondasi yang perlu diwujudkan melalui pendidikan, keteladanan, dan tindakan nyata sejak bangku sekolah demi menyongsong Indonesia Emas 2045.(ZM)