Prof. Tuntas Subagyo dan Politik Prestasi: Menjadikan Olahraga sebagai Investasi Masa Depan Bangsa

142

Oleh: Zen L., M.Pd

Praktisi Olahraga Nasional

Di tengah kecenderungan elite politik yang kerap terjebak pada isu-isu jangka pendek, kehadiran Prof. Tuntas Subagyo, Ketua Umum Partai Kebangkitan Rakyat (PKR), dalam Seminar Nasional Ikatan Mahasiswa Olahraga Indonesia (IMORI) di Aula Fakultas Olahraga Universitas Sebelas Maret (UNS), 20 Desember 2025, menghadirkan pesan penting: olahraga bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan investasi strategis bagi masa depan bangsa.

Kehadiran Prof. Tuntas dalam forum akademik tersebut tidak bersifat seremonial. Ia datang membawa gagasan substansial mengenai optimalisasi peran mahasiswa dalam pengembangan olahraga prestasi sebuah tema yang sering dibicarakan, namun belum sepenuhnya menjadi arus utama dalam kebijakan publik dan agenda politik nasional.

Mahasiswa sebagai Subjek, Bukan Penonton

Dalam paparannya, Prof. Tuntas menegaskan bahwa mahasiswa olahraga tidak seharusnya diposisikan hanya sebagai pelengkap ekosistem olahraga nasional. Mereka adalah subjek utama calon pelatih, sport scientist, manajer olahraga, wasit, hingga pengambil kebijakan masa depan. Tanpa keterlibatan aktif mahasiswa, pembinaan olahraga akan terus terjebak dalam pola lama yang bergantung pada figur, bukan pada sistem yang berkelanjutan.

Pandangan ini relevan dengan realitas olahraga Indonesia yang masih menghadapi persoalan klasik: pembinaan yang tidak berkesinambungan, minim riset, serta jarak yang lebar antara dunia akademik dan praktik lapangan. Kehadiran seorang ketua umum partai politik yang berbicara dalam kerangka ini menunjukkan adanya kesadaran lintas sektor bahwa prestasi olahraga tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang dan terencana.

Politik yang Menyentuh Akar Prestasi

Langkah Prof. Tuntas mencerminkan wajah politik yang jarang ditampilkan politik yang menyentuh akar pembinaan prestasi, bukan sekadar hadir dalam euforia kemenangan. Olahraga, bila dikelola secara serius, bukan hanya soal medali, tetapi juga wahana pembentukan karakter, disiplin, sportivitas, serta diplomasi bangsa.

Dengan menyasar mahasiswa, Prof. Tuntas secara tidak langsung mendorong regenerasi sumber daya manusia olahraga. Ini menjadi penting, mengingat masih banyak cabang olahraga di Indonesia yang kekurangan tenaga profesional dengan basis keilmuan dan pendekatan berbasis data.

Olahraga sebagai Agenda Kebangsaan

Seminar nasional IMORI di UNS menjadi ruang temu strategis antara dunia akademik, mahasiswa, dan tokoh politik. Pesan yang disampaikan Prof. Tuntas mempertegas bahwa olahraga prestasi harus ditempatkan sebagai agenda kebangsaan, bukan semata urusan federasi atau event-event kompetisi.

Kepedulian semacam ini patut diapresiasi, sekaligus diuji konsistensinya. Tantangan ke depan bukan hanya soal kehadiran dalam forum ilmiah, tetapi bagaimana gagasan tersebut diterjemahkan menjadi kebijakan konkret, dukungan anggaran, serta keberpihakan pada sistem pembinaan yang adil dan transparan.

Apa yang ditunjukkan Prof. Tuntas Subagyo di UNS pada 20 Desember 2025 menghadirkan optimisme bahwa politik dan olahraga dapat berjalan seiring secara konstruktif. Ketika tokoh politik bersedia turun ke ruang intelektual mahasiswa dan berbicara tentang prestasi dengan perspektif jangka panjang, di sanalah harapan bagi masa depan olahraga Indonesia bertumbuh.

Olahraga membutuhkan lebih banyak pemimpin yang tidak hanya hadir saat perayaan kemenangan, tetapi juga setia pada proses panjang di baliknya. Jika konsisten, kepedulian semacam ini dapat menjadi fondasi lahirnya generasi atlet dan insan olahraga yang mampu mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia.